Pengertian Perekat (Adhesive)

Definisi perekat menurut beberapa ahli :

  1. Shield (1970) mendefinisikan perekat sebagai suatu bahan yang dapat menyatukan bahan-bahan lainnya melalui ikatan permukaan.
  2. Kennedy et all (1984) mendefinisikan perekat sebagai unsur yang mampu menyatukan bahan secara bersama melalui ikatan secara kimia atau secara mekanik.
  3. Salomon & Schonlau (1951) mendefinisikan perekat sebagai bahan yg mampu menyambungkan atau menyatukan kedua permukaan benda yg terpisah sehingga mempunyai kekuatan yg memadai saat dikenai beban tertentu.
  4. Wake (1976) & Ruhendi (1986) mendefinisikan perekat sebagai bahan yang mampu menyatukan benda sejenis atau tidak sejenis melalui ikatan atau sentuhan permukaan & menjadikan benda tsb memiliki sifat tahan terhadap usaha pemisahan.

Istilah yang ada dalam Adhesive

  1. Adheren (substrat) adalah bahan yang akan direkatkan.
  2. Bonding adalah proses perekatan
  3. Adhesi adalah gaya tarik menarik antara molekul yang tidak sejenis.
  4. Kohesi adalah gaya tarik menarik antara molekul yang sejenis.
  5. Tackifier adalah bahan untuk menambah daya rekat adhesive.
  6. Open tack time adalah daya rekat awal yang terbentuk ketika perekat mulai ditempelkan.

Kegunaan Perekat (Adhesive)

Secara umum Perekat digunakan untuk mengikat aneka komponen struktur tertentu secara efektif dan mudah, terlebih bila pemakaian teknik penyambungan (solder, paku, sekrup) mengakibatkan distorsi, korosi serta kerusakan lainnya

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Perekat Dari Metode Penyambungan Lainnya

Keuntungannya antara lain :

  1. Memudahkan penyambungan bentuk yang rumit.
  2. Dapat menyambung beberapa komponen sekaligus.
  3. Menyambungkan bahan dengan ketebalan berbeda.
  4. Meminimumkan penambahan bobot bahan-bahan yang disatukan.
  5. Menyeragamkan distribusi tekanan pada bahan-bahan yang direkatkan.
  6. Perekat juga memungkinkan terjadinya produk akhir yang memuaskan, hasil perekatan rapi.
  7. Kekuatan perekat sering amat tinggi, biayanya ekonomis dibandingkan cara lainnya.

Kerugiannya antara lain

  1. Proses perekatannya terkadang rumit agar hasilnya baik. Karena perlu persiapan permukaan yg akan direkatkan, dsb.
  2. Kuat ikatan optimalnya tidak seketika tercapai sebagaimana pada teknik las.
  3. Perekat kebanyakan berdaya hantar listrik dan termal kurang baik. Kecuali bila diisi oleh filler tertentu.
  4. Perekat tidak 100% tahan panas, dingin, kerusakan organisme, bahan kimia, radiasi dan kondisi pemakaian ekstrim.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.